Aplikasi Alat Near Infra Red (NIR) Dalam Analisa Mutu Di PKS

Saat ini, peran instrumentasi dalam analisa mutu sangat diperlukan apalagi untuk kontrol mutu saat produksi. Alat instrumen dapat membantu analis/teknisi laboratorium  memperoleh data lebih cepat, tidak memerlukan preparasi yang kompleks, tidak memerlukan bahan atau pelarut sehingga lebih aman terhadap analis dan lingkungan.

Instrumen yang telah luas digunakan sebagai alat untuk analisa secara cepat adalah spktrofotometer near infra red (NIR). Alat NIR ini juga telah di desain untuk sampel yang berbentuk cair maupun padat bahkan kombinasi keduanya. Sampel dengan kadar bervariasi akan diintrepretasikan oleh NIR dengan menampilkan spektra berbeda warna dan nilai absorbansi yang berbeda pula.

Alat NIR bukanlah metode standar primer namun dalam analisa mutu dapat dijadikan sebagai metode standar sekunder sehingga dalam pengembangannya perlu dilakukan kalibrasi dan validasi. Kalibrasi dilakukan dengan menentukan kadar  tertentu dari sampel menggunakan metode standar primer dan dikenalkan ke dalam software pada alat NIR yang selanjutnya dikembangkan model regresinya. Model tersebut didasarkan pada hubungan antara intensitas signal dan data dari sampel. Setelah model regresi terbangun dilakukan validasi dengan cara menganalisa sampel menggunakan alat NIR dan dibandingkan dengan metode standar primer.

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah mengembangkan teknik NIR untuk menganalisa mutu CPO meliputi kadar asam lemak bebas, kadar air, kadar karoten, nilai DOBI, dan bilangan iod. Hasil pengembangan model kalibrasi diperoleh standar eror kalibrasi dan standar eror validasi relatif rendah dan kofisien korelasi relatif tinggi (> 0,95). Dari model tersebut dilakukan analisa mutu sampel unknown dan diperoleh nilai yang mendekati dengan nilai yang diperoleh dengan metode standar primer.

Penentuan parameter mutu CPO menggunakan NIR juga dapat dilakukan secara simultan, artinya dari satu sampel NIR dapat menentukan lebih dari satu parameter mutu. Hal ini tentunya, dapat menyingkat waktu analisa dibandingkan metode standar primer dan NIR dapat menganalisa sampel hingga diperoleh data analisa dalam waktu ± 2 menit.

PPKS juga telah mengembangkan metode NIR untuk menentukan kadar minyak pada mesokarp kering yang sering digunakan dalam penentuan potensi rendemen CPO pada tandan buah segar (TBS). Dengan alat NIR, sampel untuk analisa potensi rendemen CPO dapat dilakukan dalam waktu ± 2 menit sementara dengan metode standar selama 9,5 jam.

Selain mutu CPO dan kadar minyak pada mesokarp dalam penentuan potensi rendemen, PPKS juga telah menentukan kehilangan minyak di PKS pada produk samping yang berbentuk padat dan cair menggunakan alat NIR. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa alat NIR memberikan data yang tidak berbeda jauh dengan metode standar primer.

Dengan demikian, penggunaan NIR di pabrik kelapa sawit (PKS) sangat berguna baik untuk analisa mutu CPO bahkan untuk analisa kehilangan CPO di setiap tahapan proses seperti serat press-an, janjang kosong, air kondensat dan sludge. Sehingga tindakan perbaikan dan peningkatan baik mutu maupun rendemen dapat dengan segera dilakukan agar produktivitas dan kinerja di PKS terus meningkat (Hasrul Abdi Hasibuan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *