Jemparingan; Kontribusi Sawit Lestarikan Tradisi

Jemparingan, kata yang cukup asing bagi kita. Jemparingan adalah seni memanah gaya Mataram yang dulunya sering digelar di wilayah kerajaan Mataram Kuno. Dalam usahanya mempromosikan sawit dan produk turunannya kepada masyarakat luas, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) bekerjasama dengan Java Archery Squad menyelenggarakan pagelaran Jemparingan yang biasa disebut sebagai Gladen.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian atau side event dari kegiatan Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) 2017 yang di selenggarakan di Solo.  Tujuan diadakan kegiatan ini tidak lain untuk mempromosikan sawit dan produk turunannya kepada masyarakat luas sekaligus berkontribusi dalam pelestarian tradisi. Gladen ini dilaksanakan di Lapangan Baturan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar pada Minggu, 16 Juli 2017.

Gelaran ini setidaknya diikuti oleh 152 orang peserta yang berasal dari berabagai kota di Jawa, bahkan salah satu peserta tercatat dari Kalimantan.

Gladen ini dilaksanakan dalam 20 babak atau disebut rambahan yang tiap ronde nya setiap peserta memiliki kesempatan 4 anak panah. Pada babak-bapak tertentu panitia membagikan souvenir berupa produk hilir kelapa sawit berupa produk oleopharmaceutical dan produk pangan selain hadiah lain sebagai sarana promosi sawit ke masyarakat.

Di sela-sela acara panitia juga mengkampanyekan sawit kepada peserta dan para penonton yang memadati gelaran Jemparingan ini. Peserta gelaran berhadiah total puluhan juta rupiah dan berhadiah sepeda motor sebagai doorprize ini selalu terlihat semangat dalam mengikutinya. Pada bagian putra gelaran ini dimenangkan oleh Demang dari Solo dan di bagian wanita dimenangkan oleh Yuli yang berasal dari Yogyakarta, sedangkan doorprize sepeda motor dimenangkan oleh peserta dari Yogyakarta.

Sukses gelaran Jemparingan ini menginspirasikan kegiatan Education Care (EduCare) lainnya sebagai ajang edukasi masyarakat betapa pentingnya sawit di Indonesia ini.

Narasi : Dhimas Wiratmoko
Foto : Eko Noviandi Ginting dan Muhammad Arif Yusuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *