Lubang Tanam dan Penanaman

Pada edisi majalah Sawit Media sebelumnya telah dijelaskan mengenai jarak tanam dan pemancangannya dalam perkebunan kelapa sawit.

Untuk kali ini akan diuraikan aspek-aspek teknis dalam pembuatan lubang tanam dan penanaman bibit kelapa sawit di lapangan. Apa saja itu???

Sebelum membahas mengenai pembuatan lubang tanam, alangkah baiknya diuraikan sedikit mengenai pemilihan bibit yang telah siap untuk ditanam. Bibit yang siap ditanam berumur 10 -12 bulan dan telah dilakukan seleksi akhir di main nursery. Dua minggu sebelum tanam, bibit tersebut diputar agar perakaran yang telah menembus tanah terputus. Kelompokkan bibit tersebut berdasarkan jenis persilangan dan umurnya serta yang perlu diperhatikan adalah bibit dengan persilangan sama dan umur sama hendaknya ditanam pada blok-blok yang sama. Kenapa? Hal ini perlu dilakukan agar pertumbuhan tanaman pada blok tersebut seragam.

Untuk mengantisipasi setelah ditanam tidak turun hujan dan mengurangi keringnya bagian perakaran, sebelum diangkut ke lapangan maka sebaiknya bibit disiram terlebih dahulu. Untuk daerah- daerah yang dianggap rawan serangan Apogonia sp, belalang dan lain-lain, maka bibit dapat disemprot dengan menggunakan insektisida + bahan perekat sebelum diangkut. Pemeriksaan terhadap kondisi polibeg juga diperlukan, jika terdapat polibeg bibit yang robek harus diikat dengan tali rafia agar media tanam tidak  pecah pada saat pengangkutan ke lapangan.

Lubang tanam merupakan lokasi dimana bibit akan ditempatkan atau ditanam di lapangan. Pembuatan lubang tanam ini paling baik dilakukan minimal 2 minggu sebelum akan dimulai penanaman agar mudah dilakukan pemeriksaan terhadap jumlah dan ukurannya. Selain itu selang waktu 2 minggu tersebut menjadikan tanaman siap dan tidak terburu-buru pada saat tanam dilakukan. Lubang tanam ini berukuran 60  x  60 x 60 cm3 dibuat persis pada titik pancang yang telah dilakukan sebelumnya (Cabe Rawit SaMed Edisi VIII). Pada saat melakukan penggalian tanah bagian atas kurang lebih 20 cm (top soil) diletakkan di sebelah kanan dan tanah galian selanjutnya (sub soil) diletakkan di sebelah kiri.

Tiang pancang yang sudah digali kemudian diletakkan di samping lubang tanam. Nah, dalam prakteknya ternyata tidak jarang dijumpai pembuatan lubang tanam itu 1

– 2 hari sebelum tanam atau malahan bersamaan dengan waktu tanam. Hal tersebut tidakdianjurkan untuk mengantisipasi pemeriksaan terhadap ukuran lubang tanam yang telah dibuat.

Bibit yang telah siap ditanam kemudian diangkut ke lapangan dan diecer dengan meletakkannya di samping lubang tanam. Kedalaman lubang tanam dapat disesuaikan dengan tinggi polibeg. Bagian dasar polibeg kemudian disayat dengan pisau dan bibit diletakkan dalam lubang. Dari samping polibeg yang masih menempel selanjutnya disayat

dan dilepaskan dari bibit. Sebagai penanda bahwa polibeg bibit memang sudah dibuka dan ditanam, polibed tersebut diletakkan di atas pancang.

Sebelum bibit masuk dalam lubang, lubang tersebut diisi dengan tanah (top soil) atau yang telah dicampur dengan pupuk RP sebanyak 500 g/lubang, atau sebagian pupuk ditaburkan di dasar lubang.

Penutupan lubang dengan tanah bawah yang berada di sebelah kiri sampai leher akar tertutup tanah. Pemadatan tanah dengan tangan mulai dari samping menuju ke bagian tengah.

Hal di atas apabila dilakukan penanaman pada lahan mineral seperti dataran rendah, daerah dengan kemiringan landai, dst. Jika penanaman akan dilakukan di lahan gambut bagaimana?

Gambut sendiri merupakan lahan yang terdiri dari tumpukan/endapan bahan organik yang tergenang air pada berbagai kedalaman tertentu. Kandungan bahan organik pada lahan gambut biasanya masih bersifat mentah. Syarat-syarat penanaman di lahan gambut adalah sebagai berikut:

  1. Pada tanah gambut lubang pertama dibuat lebih besar yaitu 1 x 1 x 0,3 m dan lubang kedua dibuat di dasar lubang pertama sesuai dengan ukuran polibeg. Hal ini dilakukan agar bibit tidak tumbang/miring.\
  2. Penanaman harus dimulai awal musim hujan dan harus berakhir minimal 1 bulan sebelum musim hujan berakhir. Untuk daerah dengan curah hujan merata sepanjang tahun penanaman dapat dilakukan sepanjang tahun.
  3. Tanaman yang ditanam terlalu dalam, kurang dalam, miring tergenang air, bibit abnormal yang turut tertanam dan lain-lain perlu segera diperbaiki / diganti.
  4. Pada keadaan tertentu seperti penyisipan, penanaman di daerah rawan babi, tikus, Oryctes, atau karena keterlambatan persiapan lapang, dan sebagainya bibit yang berumur lebih tua, yaitu 15 – 18 bulan dapat juga digunakan.
  5. Dalam keadaan normal tidak dianjurkan mengingat bibit tersebut akan mengalami stres yang agak lama karena banyaknya akar yang terpotong sewaktu dibongkar dari pembibitan dan persentase kematian bibit akan tinggi terlebih apabila penanaman tidak dilakukan pada musim penghujan.

Kacangan penutup tanah

Penanaman penutup tanah sangat dianjurkan pada tanaman kelapa sawit. Penanaman penutup tanah ini bertujuan untuk menanggulangi erosi permukaan dan pencucian hara tanah, memeprkaya bahan organic, fiksasi nitrogen untuk memeprkaya N tanah, memperbaiki struktur tanah dan menekan pertumbuhan gulma. Untuk itu dianjurkan penanaman jenis kacangan (leguminosa) menjalar.

Memang ada rumput-rumput lunak lainnya yang dapat dipakai sebagai penutup tanah tetapi tidak sebaik Leguminosa. Kriteria yang digunakan dalam memilihnya antara lain :

  1. Bukan pesaing tanaman utama.
  2. Mudah diperbanyak, pertumbuhannya cepat dan tidak banyak mengandung hama dan penyakit yang berbahaya bagi tanaman utama (bukan host/inang).
  3. Memberikan bahan organik yang
  4. Memiliki kemampuan menekan pertumbuhan gulma.

Beberapa jenis kacangan penutup tanah antara lain: Calopogonium caeruleum (CC), Calopogonium mucunoides campuran dapat dianjurkan tergantung kondisi di lapang, misalnya campuran CM, CP dan PJ sebaiknya ditanam pada tanah rata dan tidak di tempat yang selalu tergenang, sedangkan PP ditanam baik pada daerah rendahan dan lembab. Komposisi campuran juga ditentukan dengan sifat tanah. Pada tanah liat berat dimana akar berkembang lebih lambat maka pada campuran tersebut dapat memperbanyak PJ atau CP dan penanamannya lebih rapat. Demikian juga dosis campuran bergantung pada daya tumbuh buji dan persediannya. Daya tumbuh biji sebesar 75 % dapat dikatakan sudah baik.

Untuk pertumbuhan bibit kacangan asal stek, seperti CC dan MB biasanya mudah distek dengan memotong 2 ruas yang sudah agak tua berwarna hijaukecoklatan, satu ruas untuk dibenamkan dan satu ruas dibagian atas. Bibit stek ini ditempatkan di tempat terlindung dan di siram setiap pagi dan sore hari. Untuk mempercepat pertumbuhan dapat disemprot dengan campuran pupuk majemuk atau Urea setiap 2 minggu. Ruas ini ditanam pada polibeg kecil dan setelah berumur 1,5-2 bulan ditanam di lapang. Stek ini murah dan lebih terjamin pertumbuhannya. Biji yang tidak tumbuh baik, segera disisip dengan stek.

Penanaman kacangan dapat langsung dilakukan pada areal hutan yang sudah dibuka tanpa pengolahan tanah atau segera sesudah tahap pemancangan titik tanam.

Untuk menghemat biaya perawatan kacangan pada 3 bulan pertama, areal dibersihkan dari gulma dengan penyemprotan herbisida pra- tumbuh pada 1-2 hari sebelum kacangan ditanam. Biji kacangan ditanam dengan tugal atau dalam larikan.

Dalam 1 gawangan dibuat 3-5 jalur searah barisan tanaman. Biji ditabur pada larikan kemudian ditutupi tanah.

Dengan tugal dibuat lubang sedalam 2-4 cm berjarak 30 cm dan pada tiap lubang ditanamkan 4-5 biji. Dalam setiap larikan ditanam hanya satu jenis kacangan agar tumbuh lebih cepat. PJ yang umurnya lebih cepat berkembang ditanam di tengah gawangan dan CM dalam barisan kelapa sawit.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *